Persalinan di lakukan di Puskesmas.

Palangka Raya – Lisnawati (24) adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya tak lepas dari mengurus suami dan seorang anak. Baru-baru ini Lisnawati telah melahirkan anak keduanya di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Saat ditemui di puskesmas, Lisnawati pun dengan senang hati menceritakan pengalaman dan perasaannya ketika mendapatkan pelayanan persalinan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yaitu di Puskemas Pahandut.

Sebelumnya Lisnawati terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI-APBN). Seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dari kepesertaannya tersebut Lisnawati memang terdaftar di Puskesmas Pahandut.

“Saya merasakan kontraksi pada pukul 03.00 WITA, karena saya sudah merasa tidak tahan lagi makanya saya langsung pergi ke Puskesmas Pahandut yang buka 24 Jam. Kebetulan saya terdaftarnya juga di faskes tersebut. Di puskesmas sini saya langsung mendapatkan pelayanan tanpa antri. Ketika saya tiba di puskesmas, seluruh petugas medis yang ada di ruang bersalin Puskesmas Pahandut langsung membantu proses persalinan saya. Semuanya terlihat sangat perhatian dan cekatan. Jadi saya merasa sangat terlayani di sini,” tutur Lisnawati menceritakan pengalamannya, Rabu (14/11/2018).

Lisnawati akhirnya merasa senang ketika proses persalinan anak keduanya telah selesai. Anaknya tersebut lahir tepat pada pukul 08.00 WITA. Sebagai informasi, pada kelahiran anak pertamanya, lisnawati melakukan persalinan di rumah sakit. Lisnawati pun bisa membandingkan dan merasakan perbedaan pelayanan persalinan yang ia alami di rumah sakit maupun di Puskesmas.

“Pada kelahiran anak pertama kemaren, saya melakukan persalinan di rumah sakit. Untuk persalinan anak kedua ini memang sengaja saya lakukan di Puskesmas, karena selain dekat dengan tempat tinggal, kebetulan Puskesmasnya juga buka 24 jam. Untuk pelayanan persalinannya memang saya rasakan ada perbedaan, kalau di rumah sakit kita harus antri untuk mendapatkan pelayanan persalinan, di puskesmas ini tidak. Karena yang bersalin di puskesmas hanya sedikit. Kalau di rumah sakit kan banyak pesertanya, jadi antrinya pasti akan lebih lama. Terus untuk kebutuhan persalinan saya juga tidak ada mengeluarkan uang sedikitpun, semuanya sudah dicover oleh JKN-KIS. Terimakasih untuk program JKN-KIS ini, saya merasa sangat terbantu,” ujar lisnawati mengakhiri percakapan.

Setelah selesai pengurusan identitas untuk anak keduanya nanti. Lisnawati mengatakan akan segera mendaftarkan anaknya tersebut ke dalam program JKN-KIS agar anaknya juga mendapatkan perlindungan atau jaminan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *