Terisolir di Wilayah Perbukitan, Tim Gabungan TNI-Polri dan Damkar Seruyan Hulu Kesulitan Jangkau Hotspot

PERSONEL GABUNGAN TNI-Polri dan Damkar Kecamatan Seruyan Hulu mendatangi titik api [Hotspot] menggunakan transportasi sungai atau kelotok menuju wilayah pedalaman yang terisolir di daerah Desa Mongoh Juoi dan Desa Tumbang Sepan Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng], Sabtu [22/8/2020]. Foto | Ist/Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Personel gabungan TNI-Polri dan Damkar Kecamatan Seruyan Hulu mendeteksi keberadaan titik api [Hotspot] yang terpantau dari aplikasi diwilayah pedalaman hutan yang terisolir di daerah hutan Desa Mongoh Juoi dan Desa Tumbang Sepan Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng], Sabtu [22/8/2020].

Namun, setelah dilakukan patroli pengecekan hotspot, tim gabungan tidak menemukan titik api di lokasi yang berada di pedalaman tersebut. Disisi lain, tim terhalang kondisi geografis dengan kontur hutan dan perbukitan.

“Kemarin dilaksanakan kegiatan patroli dan pengecekan titik hotspot, itu merupakan upaya pengendalian karhutla karena, menurut informasi aplikasi ditemukan adanya titik api di beberapa titik di Desa Mongoh Joui dan Desa Tumbang Sepan,” kata Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro SIK, melalui Kapolsek Serhul Ipda Eko Muji.

“Namun, titik hotspot tidak dapat terjangkau oleh personel, karena berada diareal hutan dan tidak ada akses jalan untuk masuk ke dalam hutan,” ungkapnya.

PERSONEL GABUNGAN TNI-Polri dan Damkar Kecamatan Seruyan Hulu mendatangi titik api di daerah Desa Mongoh Juoi dan Desa Tumbang Sepan Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng], Sabtu [22/8/2020]. Foto | Ist/Kalteng Independen
Dia menjelaskan, titik hotspot berada di hutan daerah Desa Mongoh Juoi dan Desa Tumbang Sepan dengan jarak tempuh dari Polsek Seruyan Hulu sekitar 4 jam dengan menggunakan transportasi air, dilanjutkan perjalanan darat dengan berjalan kaki.

Selain melakukan patroli, personel gabungan juga melakukan koordinasi dengan masyarakat. Dan memberikan imbauan agar saat membuka lahan dengan cara membakar masyarakat harus memperhatikan aturan yang berlaku.

“Dengan adanya patroli dan pengecekan titik hotspot di lokasi yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat dipetakan sebagai upaya pengendalian karhutla dengan mengedepankan upaya pencegahan yang harus dilakukan sejak dini,” paparnya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *