Waspada! Sejumlah Desa di Kecamatan Danau Seluluk Mulai Terandam Banjir

POLSEK HANAU bersama BPBD melakukan pengecekan dan monitoring di sejumlah desa rawan banjir di Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng]. Foto | Dok. Polsek Hanau/Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan ini menyebabkan sejumlah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan, Kecamatan Danau Seluluk Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] mulai terendam.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir debit air sungai terpantau terus mengalami kenaikan. Bahkan, lima desa di Kecamatan Danau Seluluk sudah mulai terendam.

Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro melalui Kapolsek Hanau Ipda Budi Utomo, Selasa [23/6/2020] mengemukakan, berdasarkan hasil monitoring dan pengecekan berkala di lapangan, pihaknya mencatat ada lima desa di Kecamatan Danau Seluluk yang sudah mulai tergenang air.

Adapun desa-desa yang mulai terendam tersebut meliputi, Desa Tanjung Hara, Tanjung Paring, Panimba Raya, Tanjung Rangas dan Rungau Raya.

“Sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat desa pada daerah desa rawan banjir, kami bersama BPBD setempat rutin melakukan pengecekan secara berkala terhadap kondisi debit air sungai,” ujarnya.

“Saat ini. rata-rata ketinggian air di permukaan, naik 10  sampai 20 centimeter lebih,” katanya lagi.

Diantara lima desa tersebut tambahnya, debit air yang cukup tinggi di Desa Tanjung Paring yang sudah mencapai 70 centimeter [cm] diatas permukaan tanah dan mulai menggenangi badan jalan setinggi 10 cm.

Walapun demikian kata Kapolsek, genangan air disejumlah desa tersebut belum mengganggu aktifitas warga.

“Sejauh ini aktivitas warga desa masih berjalan normal seperti biasa,” terangnya.

Begitu juga untuk aktivitas moda tranportasi sungai atau darat, masih beroperasional dengan lancar meski ditengah peningkatan volume air sungai.

“Terkait kekhawatiran terhadap ancaman banjir ini, kami tetap mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah desa rawan banjir,” pintanya.

“Kita juga terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui pihak kecamatan dalam hal melakukan upaya pencegahan terhadap ancaman banjir ini. Kita berharap debit air sungai ini bisa segera turun,” paparnya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *